Di mana pendidikan perlu dibenahi lebih dulu?
- Paling mendesak
- Perlu perhatian
- Sudah terlayani
Makin besar lingkarannya, makin banyak anak yang terdampak
Pulau yang membutuhkan perhatian
Klik salah satu pulau untuk memusatkan peta sekaligus membuka rincian
lengkapnya — sebaran sekolah, kapal yang singgah, dan sumber tiap angka.
5 pulau lain datanya belum lengkap — kami belum yakin
sekolah mana saja yang ada di sana, jadi belum diberi peringkat.
- 01 Kasu Batam Tidak ada SMP di pulau 149 anak terdampak Paling mendesak
- 02 Jang Karimun Tidak ada SMP di pulau 80 anak terdampak Paling mendesak
- 03 Pulau Penganak Batang Besar Lingga Tidak ada SMP di pulau 73 anak terdampak Paling mendesak
- 04 Buton Bintan Tidak ada SMP di pulau 105 anak terdampak Paling mendesak
- 05 Galang Baru Batam Tidak ada SMP di pulau 120 anak terdampak Paling mendesak
- 06 Senang Lingga Tidak ada SMP di pulau 60 anak terdampak Paling mendesak
- 07 Pulau Bakung Kecil Lingga Tidak ada SMP di pulau 55 anak terdampak Paling mendesak
- 08 Keban Karimun Tidak ada SMP di pulau 32 anak terdampak Paling mendesak
Proyeksi penanganan pulau prioritas
Antrean pulau mendesak bergerak mengikuti angkatan kelahiran yang sudah tercatat, dan berkurang sebanyak pulau yang ditangani tiap tahun. Geser untuk mengatur berapa pulau ditangani per tahun.
Kesesuaian rencana 2026 dengan pulau prioritas
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan: 61 satuan telah PKS, 145 calon penerima, dan 4 sasaran SMA baru. Perbandingan dilakukan per kabupaten/kota, karena sampai di situlah rincian data pemerintah tersedia.
| Kabupaten/Kota | Pulau berdata lengkap | Prioritas | Terbukti belum punya SMA | Anak terdampak | Sudah PKS | Calon penerima | SMA baru | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Lingga | 37/645 | 9 | 29 | 458 | 6 | 23 | 2 | sudah sejalan Ada 9 pulau yang paling mendesak, dan sudah ada 2 rencana SMA baru. Penilaian ini bersandar pada 37 pulau yang datanya lengkap, dari 645 pulau yang terdata. |
| Karimun | 31/252 | 4 | 22 | 363 | 16 | 23 | — | perlu ditinjau ulang Ada 4 pulau yang paling mendesak, 22 di antaranya terbukti belum punya SMA, tetapi belum ada rencana SMA baru sama sekali. Penilaian ini bersandar pada 31 pulau yang datanya lengkap, dari 252 pulau yang terdata. |
| Batam | 35/457 | 2 | 23 | 707 | 16 | 24 | — | perlu ditinjau ulang Ada 2 pulau yang paling mendesak, 23 di antaranya terbukti belum punya SMA, tetapi belum ada rencana SMA baru sama sekali. Penilaian ini bersandar pada 35 pulau yang datanya lengkap, dari 457 pulau yang terdata. |
| Bintan | 15/267 | 2 | 8 | 305 | 5 | 10 | — | perlu ditinjau ulang Ada 2 pulau yang paling mendesak, 8 di antaranya terbukti belum punya SMA, tetapi belum ada rencana SMA baru sama sekali. Penilaian ini bersandar pada 15 pulau yang datanya lengkap, dari 267 pulau yang terdata. |
| Kepulauan Anambas | 23/241 | 1 | 17 | 114 | 2 | 22 | — | perlu ditinjau ulang Ada 1 pulau yang paling mendesak, 17 di antaranya terbukti belum punya SMA, tetapi belum ada rencana SMA baru sama sekali. Penilaian ini bersandar pada 23 pulau yang datanya lengkap, dari 241 pulau yang terdata. |
| Natuna | 13/175 | 1 | 3 | 87 | 12 | 33 | 1 | sudah sejalan Ada 1 pulau yang paling mendesak, dan sudah ada 1 rencana SMA baru. Penilaian ini bersandar pada 13 pulau yang datanya lengkap, dari 175 pulau yang terdata. |
| Tanjungpinang | 3/9 | 0 | 2 | 43 | 4 | 10 | 1 | sudah sejalan Tidak ada pulau yang berstatus paling mendesak di sini. Penilaian ini bersandar pada 3 pulau yang datanya lengkap, dari 9 pulau yang terdata. |
data resmi Sasaran dari paparan BPMP Kepri 16 Juli 2026. Pada slide "Telah PKS" terdapat dua salah ketik subtotal (SD tertulis 18, seharusnya 19; Tanjungpinang tertulis 3, seharusnya 4); nilai sel yang dipakai, dan totalnya 61 tetap cocok.
batas data Angka di tabel ini hanya menghitung pulau yang datanya sudah lengkap. Pulau yang datanya belum lengkap tidak dihitung sebagai "belum punya SMA" — belum tahu bukan berarti tidak ada. Perlu dicatat pula bahwa pembandingnya terbatas pada pulau yang sudah masuk master kami, bukan seluruh pulau di kabupaten itu.
Dari mana angka ini berasal
Setiap angka di halaman ini diberi penanda: sudah resmi, masih perkiraan, atau sekadar contoh. Penandanya sama di semua kartu.
Indikator pendidikan & proyeksi penduduk (BPS), trayek kapal (Dishub Kepri), tarif angkutan (Kepgub 1065/2022, 1114/2025, Permenhub 8/2023).
Jumlah anak per pulau — angka se-kabupaten dari BPS dibagi ke tiap pulau. Untuk Kab. Karimun pembagiannya memakai jumlah anak per desa dari Dukcapil; untuk wilayah lain masih mengikuti sebaran murid SD. Nilai prioritas menimbang tiga hal: banyaknya anak (0,5), keterpencilan pulau (0,3), dan ketertinggalan mutu pendidikan (0,2).
Penduduk per pulau, jenjang sekolah tersedia, waktu tempuh, dan biaya konstruksi. Akan digantikan Dapodik serta master pulau resmi.